Kamis, 28 Februari 2013

Piyik Murai Batu Lumpuh? Coba Terapi Pasung

Piyik murai batu (MB) lazimnya sudah mampu berdiri cukup kokoh dan meninggalkan sarang pada umur 10-14 hari. Saat itulah mereka akan belajar duduk di tangkringan. Tetapi, dalam beberapa kasus, ada juga piyik yang pada usia tersebut belum mampu berdiri. Ada kemungkinan ini merupakan gejala awal dari kelumpuhan, dan akan menjadi permanen jika tidak segera diambil tindakan.


Saya tentu tidak berharap kejadian ini menimpa Anda, baik penangkar maupun pemilik MB betina yang kebetulan baru saja memiliki piyikan. Tetapi apabila kondisi yang tidak diinginkan ini harus terjadi, maka segera ambil tindakan untuk pengobatan.

Cara pengobatan ini disebut terapi pasung, yang diperkenalkan oleh Om Iman Sulaiman dari Raptor Bird Farm (Jakarta). Sebelum masuk ke tahapan pengobatan, silakan lihat gambar berikut ini :

RUANG TERAPI: Kombinasi rawatan fisik dan asupan pakan.
RUANG TERAPI: Kombinasi rawatan fisik dan asupan pakan. (foto: Iman Sulaiman)
Gambar di atas adalah ruang terapi pasung bagi piyik murai batu yang terbuat dari styrofoam. Fungsinya adalah untuk menyangga badan piyikan agar tidak miring / jatuh. Anda juga bisa memanfaatkan gabus -putih bekas kemasan komputer, TV, monitor, atau produk elektronik lainnya. Usahakan ruang terapi ini benar-benar ngepas untuk tubuh piyikan murai batu.

Sekarang lihat kembali gambar di atas. Pada bagian dasar ruang terapi terlihat bahan sarang bukan? Ya, itu adalah media sarang yang terdiri atas akar cemara dan beberapa cabang / dahan pohon kecil. Cari yang diameternya dapat dicengkeram dengan nyaman oleh kaki piyikan. Tujuannya untuk mengaktifkan kedua telapak cakar piyikan.

Sebelum dimasukkan ke ruang terapi, oleskan air perasan batang sereh ke kaki (shank) dan cakar piyikan murai batu. Tujuannya untuk memperkuat otot-otot kaki serta memberinya kehangatan. Hal ini dilakukan satu kali sehari, sampai piyikan sudah kuat berdiri.

Selain itu, sehari sekali pula, piyik diloloh dengan kalk / kalek (calcium lactat), dengan porsi seukuran kacang hijau. Bahan ini bisa diperoleh di apotek terdekat, atau bisa juga membeli produk kalk yang biasa dipakai untuk ayam laga (ayam bangkok, ayam myanmar, dll). Kalk mengandung kalsium yang tinggi, dan sangat berguna untuk pertumbuhan tulang dan bulu.

Untuk makanannya, buatlah adonan yang terdiri atas voer halus, kroto, dan minyak ikan. Tambahkan air agar adonan menjadi lebih encer, dan bisa disuapkan langsung ke paruh piyikan murai batu. Boleh juga menggunakan metode handfeeding. Pakan bisa diberikan setiap 2 jam sekali.


Yang perlu diingat, usahakan selalu ada yang memantau perkembangan piyikan selama berada di ruang terapi ini. Biasanya, dalam waktu tidak lebih dari 1 minggu, piyik sudah mulai bisa berdiri dengan tegak.
Tetapi jika Anda terlambat menanganinya, misalnya terapi baru dilakukan ketika piyik sudah berumur 25 hari atau lebih, dibutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh kesembuhannnya. Jadi, begitu melihat piyik tidak bisa berdiri pada hari ke-14 atau ke-15 sejak menetas, segera lakukan terapi ini.

Jika sudah bisa berdiri, lepaskan piyikan dari ruang terapi, sehingga mulai aktif bergerak. Kalau sudah benar-benar kuat berdiri, piyikan mulai dilatih untuk berdiri di atas tangkringan. Apabila tahapan ini juga terlewati dengan baik, piyik bisa disatukan kembali dengan saudara-saudaranya atau bisa juga dipisahkan dalam sangkar tersendiri.
Selamat mencoba

sumber: omkicau.com

ALAMAT PEMASARAN VIVA BIRD FARM
Jln. Nanas Raya No. 11. Utan Kayu Utara. Jakarta Timur
HP 081288851177
PIN BB 25E981DE
Website: www.vivabirdfarm.com
              www.muraibatu.biz
Twitter: @muraibatubiz

ALAMAT PENANGKARAN
Brambang Rt 5 Rw 3 No. 56
Kec. Karangawen. Kab Demak. 59566
Jawa Tengah

ARTIKEL TERBARU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar